Secercah harapan datang pelan,
saat kau mulai merespon,
saat makanan kembali kau terima
meski sedikit demi sedikit.
Kami lega —
seolah energimu perlahan pulang.
Wajahmu kadang kembali berseri,
meski sesekali masih mengernyit
menahan nyeri.
Kata-katamu lirih, terpatah,
namun aku tetap bisa memahamimu —
dan itu sudah cukup bagiku.
Namun waktu masih menggantung tanya,
para medis belum berkata banyak.
Akankah ini bertahan lama?
Seberapa kuat kau akan melangkah?
Mata ini kembali basah —
antara ragu,
pasrah,
dan doa yang tak pernah selesai.
πΏ Di antara kata yang gugur, ada yang tumbuh menjadi doa. πΏ
— sehelai penutup dari Treesmie