Treesmie

tempat kata bertumbuh dan hati beristirahat

Tentang Treesmie

Tempat kata bertumbuh dan hati beristirahat.

Treesmie adalah taman kecil di dunia maya — tempat kata berakar dan menemukan jalannya pulang.

Ditulis oleh Amie Aksara, dalam nada lembut dan reflektif. 🌿

Minggu, 15 Februari 2026

🌷 Puisi Treesmie #5 — Akankah ini bertahan?

— Tentang Sahabat

Secercah harapan datang pelan,
saat kau mulai merespon,
saat makanan kembali kau terima
meski sedikit demi sedikit.
Kami lega —
seolah energimu perlahan pulang.

Wajahmu kadang kembali berseri,
meski sesekali masih mengernyit
menahan nyeri.
Kata-katamu lirih, terpatah,
namun aku tetap bisa memahamimu —
dan itu sudah cukup bagiku.

Namun waktu masih menggantung tanya,
para medis belum berkata banyak.
Akankah ini bertahan lama?
Seberapa kuat kau akan melangkah?
Mata ini kembali basah —
antara ragu,
pasrah,
dan doa yang tak pernah selesai.

🌿 Di antara kata yang gugur, ada yang tumbuh menjadi doa. 🌿
— sehelai penutup dari Treesmie

Jumat, 13 Februari 2026

☕ Keseharian #2 - Malam Bersama Rajutan

Benang Rajut Senja

Akhir-akhir ini malamku banyak diisi dengan merajut.
Aku sedang membuat flower coaster crochet
untuk souvenir pernikahan anak bungsuku nanti.

Benang-benang warna hijau jadi dasar,
lalu kelopak bunga mulai terbentuk:
putih, peach, butter yang lembut.
Terakhir, basket coklat kecil jadi seperti vasnya.
Lucu rasanya melihat bunga rajut itu
pelan-pelan “tumbuh” di tanganku.

Aku menikmati prosesnya.
Tusuk demi tusuk,
tanpa terburu-buru.
Kadang sambil minum teh hangat,
kadang ditemani musik pelan.

Dan jujur saja,
kesibukan kecil ini cukup membantu hatiku.
Di sela kekhawatiran tentang sahabat
yang sedang tidak baik kesehatannya,
merajut jadi semacam jeda —
tempatku bernapas sedikit lebih lega.

Sepertinya hidup memang begitu.
Selalu ada hal sederhana
yang diam-diam menjaga kita tetap kuat.

☕ Ditulis pelan, di antara teh hangat dan senja yang meredup.

🌷 Puisi Treesmie #4 — Tanya yang Ada di Hatiku

— Tentang Sahabat

Ke mana kebahagiaan itu pergi?
ke selatan, ke barat, atau ke utara?
Aku ingin ikut berjalan,
mengejar jejak hangatnya
yang dulu tinggal di antara kita.

Namun kini seakan ia menjauh —
perlahan… tanpa suara.
Candamu ikut meredup,
tawamu tak lagi sering singgah.
Aku berdiri di sini,
mencari sisa hangat itu.

Jangan cepat berlalu…
aku masih ingin percaya
bahwa bahagia belum benar-benar pergi,
hanya sedang bersembunyi sebentar
di sela waktu yang sulit.

Sekarang kulihat matamu lebih sunyi,
seperti langit tanpa cahaya pagi.
Candaku kadang gugur
sebelum sempat kau tangkap,
membuatku memilih diam
agar tak menambah lelahmu.

Di dalam dada
ada rasa seperti pisau tipis —
pedih, perih, kadang berdarah.
Tapi di hadapanmu
aku belajar tetap tegak,
karena mungkin sedikit semangatku
bisa menjadi sandaranmu.

Dan aku ingin terus bisa…
menemanimu,
meski hanya lewat doa
yang tak selalu terucap.

🌿 Di antara kata yang gugur, ada yang tumbuh menjadi doa. 🌿
— sehelai penutup dari Treesmie

Rabu, 11 Februari 2026

🌷Puisi Treesmie #3 - Doa yang Kutitipkan Diam-Diam

— Tentang Sahabat

Aku sering menyebut namamu
dalam doa yang pelan,
tanpa suara,
tanpa banyak kata.

Sesekali kenangan datang tiba-tiba —
seperti saat kau muncul di sampingku
membawa cemilan kesukaanku,
tertawa bangga sambil berkata,
“Laparkan?”

Atau ketika macet panjang itu,
tiba-tiba kau mengetuk jendela mobilku,
menyeringai usil seperti biasa.
Dan entah bagaimana,
selalu ada kursi kosong di sisimu
setiap aku datang terlambat.

Kini aku melihatmu lebih banyak diam.
Tubuhmu yang dulu penuh tenaga
sedang berjuang pelan
melawan badai yang tak terlihat.

Aku tidak putus asa, sahabat…
hanya hati ini kadang goyah.
Karena aku tahu,
jalan yang kau tempuh sekarang
bukan jalan yang ringan.

Maka aku memilih diam begini:
menjaga harapan tetap menyala,
menitipkan namamu pada doa,
dan percaya —
kehangatan kita
tak akan hilang begitu saja.

🌿 Di antara kata yang gugur, ada yang tumbuh menjadi doa. 🌿
sehelai penutup dari Treesmie

🌷 Puisi Treesmie #2 — Saat Kata Tidak Lagi Mudah

— Tentang Sahabat

Dulu kita mudah sekali tertawa,
bahkan hal kecil pun
bisa jadi cerita panjang.

Kau selalu ceria,
selalu punya cara
membuat hari terasa ringan.
Aku sering berpikir
energi itu tak akan habis.

Lalu waktu berjalan diam-diam,
dan kini aku duduk di sampingmu
tanpa tahu harus berkata apa.

Aku ingin menghiburmu,
tapi kata-kata seperti menghilang.
Yang tersisa hanya diam,
dan doa-doa kecil
yang kupanjatkan pelan.

Sahabat…
kalau kau merasa sendiri,
percayalah —
aku masih di sini.
Walau tanpa banyak kata,
hatiku tetap menemani.

🌿 Di antara kata yang gugur, ada yang tumbuh menjadi doa. 🌿
sehelai penutup dari Treesmie