Ke mana kebahagiaan itu pergi?
ke selatan, ke barat, atau ke utara?
Aku ingin ikut berjalan,
mengejar jejak hangatnya
yang dulu tinggal di antara kita.
Namun kini seakan ia menjauh —
perlahan… tanpa suara.
Candamu ikut meredup,
tawamu tak lagi sering singgah.
Aku berdiri di sini,
mencari sisa hangat itu.
Jangan cepat berlalu…
aku masih ingin percaya
bahwa bahagia belum benar-benar pergi,
hanya sedang bersembunyi sebentar
di sela waktu yang sulit.
Sekarang kulihat matamu lebih sunyi,
seperti langit tanpa cahaya pagi.
Candaku kadang gugur
sebelum sempat kau tangkap,
membuatku memilih diam
agar tak menambah lelahmu.
Di dalam dada
ada rasa seperti pisau tipis —
pedih, perih, kadang berdarah.
Tapi di hadapanmu
aku belajar tetap tegak,
karena mungkin sedikit semangatku
bisa menjadi sandaranmu.
Dan aku ingin terus bisa…
menemanimu,
meski hanya lewat doa
yang tak selalu terucap.
🌿 Di antara kata yang gugur, ada yang tumbuh menjadi doa. 🌿
— sehelai penutup dari Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar