๐ถ Di Tanganku Ada Dua Karya ๐งถ
Ketika lagu dan rajutan lahir dalam satu waktu.
Sambil merajut,
aku mendengarkan lagu.
Lagu yang liriknya kutulis,
lalu kupercayakan kepada Suno
untuk menjadi sebuah melodi.
Lagu itu terus berputar.
Berulang...
dan berulang lagi.
Setiap kali mendengarnya,
aku begitu menghayatinya.
Bukan karena ingin memegahkan diri
atas lirik yang kutulis.
Justru sebaliknya.
Lagu-lagu itu menjadi renunganku sendiri.
Di dalamnya,
aku seperti sedang berbicara kepada Pencipta.
Mengucap syukur atas kebesaran-Nya.
Berdoa.
Memohon.
Dan belajar kembali untuk berserah.
Tanpa kusadari...
rajutan di tanganku pun selesai.
Sebuah cup holder.
Pesanan pertamaku
yang benar-benar berbayar. ๐คญ
Sejujurnya,
aku masih merasa sedikit canggung.
Aku memang lebih terbiasa
membuat sesuatu
untuk dibagikan.
Bukan untuk dijual.
Namun hidup mengajarkanku
bahwa benang yang kurajut,
mata boneka yang kupasang,
dan semua bahan yang kupakai,
juga harus kubeli. ๐คญ
Lagu itu pun selesai diputar.
Benang yang kurajut
juga selesai menjalankan perannya.
Aku berhenti sejenak.
Lalu tersenyum.
Bukan karena merasa
karyaku begitu luar biasa.
Melainkan karena hari itu,
di tanganku ada
dua karya
yang lahir hampir bersamaan.
Satu dapat didengar.
Satu dapat disentuh.
Dan keduanya
lahir dari hati
yang sedang belajar bersyukur.
aku mendengarkan lagu.
Lagu yang liriknya kutulis,
lalu kupercayakan kepada Suno
untuk menjadi sebuah melodi.
Lagu itu terus berputar.
Berulang...
dan berulang lagi.
Setiap kali mendengarnya,
aku begitu menghayatinya.
Bukan karena ingin memegahkan diri
atas lirik yang kutulis.
Justru sebaliknya.
Lagu-lagu itu menjadi renunganku sendiri.
Di dalamnya,
aku seperti sedang berbicara kepada Pencipta.
Mengucap syukur atas kebesaran-Nya.
Berdoa.
Memohon.
Dan belajar kembali untuk berserah.
Tanpa kusadari...
rajutan di tanganku pun selesai.
Sebuah cup holder.
Pesanan pertamaku
yang benar-benar berbayar. ๐คญ
Sejujurnya,
aku masih merasa sedikit canggung.
Aku memang lebih terbiasa
membuat sesuatu
untuk dibagikan.
Bukan untuk dijual.
Namun hidup mengajarkanku
bahwa benang yang kurajut,
mata boneka yang kupasang,
dan semua bahan yang kupakai,
juga harus kubeli. ๐คญ
Lagu itu pun selesai diputar.
Benang yang kurajut
juga selesai menjalankan perannya.
Aku berhenti sejenak.
Lalu tersenyum.
Bukan karena merasa
karyaku begitu luar biasa.
Melainkan karena hari itu,
di tanganku ada
dua karya
yang lahir hampir bersamaan.
Satu dapat didengar.
Satu dapat disentuh.
Dan keduanya
lahir dari hati
yang sedang belajar bersyukur.
Kadang...
satu hari meninggalkan dua karya,
dan keduanya mengajarkan
cara yang berbeda untuk bersyukur.
— Treesmie ๐ฟ
satu hari meninggalkan dua karya,
dan keduanya mengajarkan
cara yang berbeda untuk bersyukur.
— Treesmie ๐ฟ
Pernahkah kamu melakukan sesuatu yang sederhana,
namun ternyata membuatmu merasa sangat bersyukur?
Aku akan senang membaca ceritamu. ๐ค
namun ternyata membuatmu merasa sangat bersyukur?
Aku akan senang membaca ceritamu. ๐ค
Tidak ada komentar:
Posting Komentar