🪷 Dunia Penuh Warna
Sinar matahari siang
dengan lembut menyentuh jendela
ruanganku
Hangatnya terasa.
Namun tidak membakar
Semilir angin
berhembus perlahan
Masuk melalui jendela
yang sengaja ku buka
Rasanya nyaman sekali
Dengan hook dan benang di tangan,
aku merajut pelan.
Merasakan hangatnya mentari,
elusan angin sepoi-sepoi,
dan ketenangan yang datang tanpa diminta.
Satu demi satu benang kukaitkan,
menjadi untaian yang perlahan membentuk sesuatu yang indah.
Begitu pula dengan Treesmie.
Kata demi kata kurangkai,
seperti benang yang saling bertemu,
menjalin cerita dan perasaan.
Tak perlu terburu-buru.
Karena hal-hal yang indah sering kali tumbuh perlahan.
Dan aku menikmati setiap prosesnya.
Sesekali kusendok yogurt yang menemaniku.
Dinginnya menyegarkan tenggorokan,
sementara hangat matahari masih setia menemani dari balik jendela.
Di saat-saat sederhana seperti ini,
aku merasa duniaku penuh warna.
Bukan karena sesuatu yang besar terjadi.
Melainkan karena aku belajar menikmati hal-hal kecil yang ada di sekelilingku 🌿
Dalam diam
aku menikmati semua ini.
Kalau ingin meninggalkan cerita kecilmu di sini, aku akan senang membacanya 🌙
Tidak ada komentar:
Posting Komentar