Keseharian
☘️ Kusiapkan Hari Ini
Aku tak bisa lagi berkompromi dengan air mata.
Pertahananku akhirnya runtuh,
saat kupilih satu per satu
foto-foto kebersamaan—
kamu, aku, dan teman-teman.
Kususun semua kenangan itu
menjadi sebuah video.
Bukan sekadar rangkaian gambar,
tapi tempat di mana kenangan tinggal
dan tak akan pudar.
Kumasukkan potongan kata dari puisiku—
kata-kata yang kupilih pelan,
agar tetap sederhana,
namun bisa dirasakan.
Air mata ini tak berhenti mengalir…
membayangkan kau yang dulu—
sehat,
penuh tawa.
Tak ingin kumasukkan
saat-saat kau dalam sakit.
Aku ingin berkata:
“ini dia… bukan dalam sakitnya,
tapi dalam hidupnya.”
Kususun semua ini
dengan hati yang bergetar.
Karena saat ini,
kau masih ada di tengah kami.
Ada rasa bersalah…
seolah aku sedang bersiap
untuk sebuah perpisahan.
Seolah yang kulakukan
adalah mendoakanmu pergi.
Padahal bukan itu doaku.
Aku hanya ingin
kau tak lagi menderita.
Dan aku menyiapkan ini—
karena kutahu,
waktu tak selalu memberi kesempatan panjang.
Maafkan aku, sahabat…
hanya ini yang bisa kulakukan
untuk belajar melepasmu kelak.
Kau bukan menghilang.
Kau hanya tiba lebih awal
di tujuan akhir.
Kelak,
kita akan berjumpa lagi—
dan berkumpul kembali
di Surga Bapa yang baka.
Pertahananku akhirnya runtuh,
saat kupilih satu per satu
foto-foto kebersamaan—
kamu, aku, dan teman-teman.
Kususun semua kenangan itu
menjadi sebuah video.
Bukan sekadar rangkaian gambar,
tapi tempat di mana kenangan tinggal
dan tak akan pudar.
Kumasukkan potongan kata dari puisiku—
kata-kata yang kupilih pelan,
agar tetap sederhana,
namun bisa dirasakan.
Air mata ini tak berhenti mengalir…
membayangkan kau yang dulu—
sehat,
penuh tawa.
Tak ingin kumasukkan
saat-saat kau dalam sakit.
Aku ingin berkata:
“ini dia… bukan dalam sakitnya,
tapi dalam hidupnya.”
Kususun semua ini
dengan hati yang bergetar.
Karena saat ini,
kau masih ada di tengah kami.
Ada rasa bersalah…
seolah aku sedang bersiap
untuk sebuah perpisahan.
Seolah yang kulakukan
adalah mendoakanmu pergi.
Padahal bukan itu doaku.
Aku hanya ingin
kau tak lagi menderita.
Dan aku menyiapkan ini—
karena kutahu,
waktu tak selalu memberi kesempatan panjang.
Maafkan aku, sahabat…
hanya ini yang bisa kulakukan
untuk belajar melepasmu kelak.
Kau bukan menghilang.
Kau hanya tiba lebih awal
di tujuan akhir.
Kelak,
kita akan berjumpa lagi—
dan berkumpul kembali
di Surga Bapa yang baka.
🌧️Ditulis saat hati merintih pelan
dan air mata mengalir tanpa jeda.
— Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar