Malam Itu Kami Tidak Tidur 🤎
Akhirnya...
hari yang kami nantikan itu tiba.
Banyak orang berkata,
H-1 adalah waktu untuk keluarga beristirahat,
menikmati kebersamaan,
dan menyambut hari bahagia dengan tenang.
Namun...
tidak demikian bagi kami.
Hari itu justru menjadi hari yang paling sibuk.
Aku dan anak-anakku
masih membenahi banyak hal,
memastikan tidak ada satu pun
yang terlewat.
Untuk urusan vendor,
kami benar-benar bersyukur
karena seluruh tim Wedding Organizer
bekerja dengan sangat baik.
Masing-masing memahami tugasnya.
Mereka benar-benar menjadi
sebuah tim yang solid.
Namun...
Begitulah kalau beberapa anak desain berkumpul.
Selalu saja ada ide baru
yang muncul di saat-saat terakhir.
Dan tentu...
selalu ada hal-hal
yang tidak pernah kami duga.
Salah satunya adalah Personal Message
untuk para tamu.
Enam bulan sebelumnya,
semuanya sudah kami persiapkan.
Di bagian depan terdapat nama tamu.
Di bagian belakang,
sebuah pesan pribadi dari bride,
yang ditulis khusus
untuk setiap orang yang hadir.
Di sebelahnya,
tersedia ruang kosong
agar mereka dapat
menuliskan balasannya.
Karena setiap pesan itu
bukan sekadar ucapan.
Melainkan sebuah percakapan
yang akan menjadi kenangan.
Namun...
Saat hasil cetakan datang,
kami baru menyadari
bahwa desainnya telah diubah.
Bagian depan dan belakang
tidak lagi saling menyambung.
Padahal semua itu
sudah dipersiapkan sejak lama.
Bisa dibayangkan
betapa paniknya kami saat itu.
sempat terpikir sekilas
untuk tidak jadi memajangnya
Tapi untuk itu anak ku sudah bekerja keras
mungkin kalain bertanya,
mengapa di akhir baru di print?
mepet sekali?
Ya, karena kami menunggu konfirmasi kehadiran
dan itu di tutup H-2.
Jadi kami harus tahu jelas
berapa dan siapa saja yang akan hadir?
itu yang akan ada namanya nanti
Untungnya...
setiap masalah
selalu memiliki jalan keluar.
Dengan mata yang mulai berat,
kami kembali memperbaiki semuanya.
Malam itu...
jam tidur kami pun
harus dikorbankan.
Kami terus bekerja,
hingga larut malam.
Bahkan...
hingga menjelang subuh.
Dan ketika matahari mulai terbit,
kami belum tidur.
Saat orang lain baru bangun,
kami justru harus mulai bersiap.
Make up.
Persiapan.
Dan seluruh rangkaian
hari yang telah lama kami nantikan.
Namun...
Semua rasa lelah itu
seakan menghilang
ketika acara berlangsung.
Satu per satu tamu
membaca pesan itu.
Mereka tersenyum.
Lalu...
menuliskan balasan mereka.
Dan saat itulah...
kami tahu.
Semua malam yang tidak tidur itu...
ternyata tidak sia-sia.
Masih banyak cerita yang ingin kusimpan di Rumah Treesmie.
Tapi... biarlah hari ini cukup sampai di sini dulu.
Besok... kita lanjutkan kembali. 🤎
Tidak ada komentar:
Posting Komentar