Menjejakkan Kembali Langkah
Menjejakkan kembali
langkah kakiku,
bersama keluarga kecilku,
datang bersujud di pusaramu, Papa.
Kau yang telah lama pergi,
seakan telah lama tak kami jumpai.
Namun kenangan tentangmu
tak pernah benar-benar hilang.
Kasihmu,
keramahanmu,
kesabaranmu...
semuanya masih tergambar jelas
di dalam ingatanku.
Seakan tak pernah ada
amarah
di dalam dirimu.
Itulah yang selalu kuingat,
dan berusaha kujadikan
teladan
dalam hidupku.
Kini kubawa keluarga kecilku.
Ingin kuperkenalkan kepadamu, Papa...
Inilah calon cucu menantumu,
yang sebentar lagi
akan menjadi bagian
dari keluarga kita.
Sepertinya Papa tahu
bahwa cucumu
akan segera memulai
perjalanan hidup yang baru.
Hingga suatu malam,
Papa hadir
dalam mimpi si bungsuku.
Papa membelai pipinya,
lalu berkata,
"Cantik..."
Seakan Papa dan Mama
datang mengucapkan selamat
atas pernikahannya.
Saat ia terbangun,
air mata telah membasahi pipinya.
Dan kerinduan itu,
perlahan menjalar
kepada kami semua.
Seolah kami sedang diingatkan
untuk kembali datang
ke pusaramu.
Dan itulah...
alasan kami hadir hari ini.
Untuk mengenangmu, Papa.
Dan mengucapkan
terima kasih...
Atas kasih,
teladan,
dan semua yang telah
kau berikan
di dalam hidup kami.
Ia hanya menunggu waktu untuk kembali menyapa.
— Treesmie 🌿
aku akan senang bila kamu membagikannya di kolom komentar. 🤎
Tidak ada komentar:
Posting Komentar