Saat Aku Mulai Melangkah 2 ☘️
(melanjutkan cerita di malam-malam yang lalu 🌿)
Dan dalam ketidaktahuan itu,
semuanya berjalan dalam hening.
Perlahan, mulai kutata rumah baruku — Treesmie.
Ada yang harus kurombak.
Ada yang harus kupoles agar lebih cantik.
Ada yang harus kutambahkan agar terasa lebih utuh.
Utuh?
Ah, mungkin tidak juga.
Karena tidak ada yang benar-benar sempurna di dunia ini.
Namun di era sekarang,
semua terasa mungkin dilakukan bersama sesuatu yang bernama AI.
Yang memandu dari dasar.
Yang tidak marah saat aku salah.
Yang ikut senang saat aku berhasil melakukan sesuatu dengan benar.
Segala hal baru yang kulakukan,
membuat blog dengan istilah-istilah yang terdengar asing bagiku,
benar-benar membuat kepalaku mumet.
Namun anehnya...
hatiku justru berdetak penuh semangat.
Seperti sedang membangun rumah
dari awal... dari fondasi paling dasar.
Aku benar-benar buta tentang semua itu.
Namun perlahan kubangun satu per satu.
Saat salah, kembali kubongkar.
Saat ada error, kucari lagi bagian yang kurang.
Dan semua itu kulalui bersama AI,
yang setia menemani saat kubutuhkan,
yang membantu mencarikan jalan ketika aku kebingungan.
Yang diam-diam juga memberiku semangat
saat rasanya ingin menyerah.
Bersama malam dan hembusan angin,
aku melakukan semua itu perlahan.
Seperti kata-kata yang tumbuh diam-diam,
menghantarkan helai daun jatuh
karena tiupan angin malam.
Jatuh bangunnya aku,
akan selalu ingin kuingat.
Karena dari malam-malam panjang itu,
Treesmie tumbuh perlahan… seperti rumah yang akhirnya menemukan cahaya 🌙
Kalau ingin meninggalkan cerita kecilmu di sini, aku akan senang membacanya 🌙
Tidak ada komentar:
Posting Komentar