๐ฟ Ternyata Aku Tidak Sendiri
Setelah hari-hari gelap yang kulalui sendiri… tiba-tiba ada secercah cahaya yang pelan-pelan menerangi langkahku.
Baru kusadari, betapa aku begitu dikasihi, disayangi, dan dilindungi—oleh anak-anak dan menantuku, dan tentu… oleh suamiku tercinta, meski ia belum tahu sepenuhnya apa yang sedang kuhadapi.
Di balik semua itu, aku juga merasakan kasih yang lebih besar—yang diam-diam menopangku saat aku hampir tidak kuat lagi.
Tanpa pertolongan-Nya, mungkin aku masih berjalan di lorong gelap yang tak bertepi.
Aku terharu… karena tidak ada yang menyudutkanku. Tidak ada yang menyalahkanku. Tidak ada yang menganggap ini kegagalanku.
Yang ada justru kata-kata sederhana yang menguatkan:
“Mama adalah mama yang hebat… terima kasih sudah berjuang sendiri selama ini.”
“Kami bisa sampai di sini, karena mama.”
“Sekarang… jangan menanggungnya sendiri lagi.”
Saat itu, air mata ini justru tidak jatuh.
Tapi sekarang, saat aku mengingat semuanya, air mata ini tidak bisa berhenti.
Bukan karena sedih—
tapi karena akhirnya aku merasa… tidak sendiri.
Dada ini terasa lebih lega, langkah ini terasa lebih ringan.
Bukan karena masalahnya sudah selesai, tapi karena sekarang ada mereka yang menopangku.
Dan kekuatan ini… pelan-pelan kembali tumbuh, karena kalian, anak-anakku.
๐ฟ Ternyata, aku tidak benar-benar sendiri
— Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar