Puisi Tunggal
Di Ujung hari yang Diam
Senja turun tanpa suara,
membawa sisa cahaya yang enggan tinggal.
Aku duduk bersama bayang sendiri,
menghitung langkah yang telah kulewati hari ini.
Ada yang tumbuh,
meski tak selalu terlihat.
Ada yang hilang,
tanpa sempat kupahami sepenuhnya.
Pernah kupikir hari-hari berlalu sia-sia,
hanya karena tak ada tepuk tangan,
tak ada perayaan.
Namun mungkin makna tak selalu bersuara.
Ia bekerja diam-diam,
di dalam dada,
menata ulang arah yang tak kusadari berubah.
membawa sisa cahaya yang enggan tinggal.
Aku duduk bersama bayang sendiri,
menghitung langkah yang telah kulewati hari ini.
Ada yang tumbuh,
meski tak selalu terlihat.
Ada yang hilang,
tanpa sempat kupahami sepenuhnya.
Pernah kupikir hari-hari berlalu sia-sia,
hanya karena tak ada tepuk tangan,
tak ada perayaan.
Namun mungkin makna tak selalu bersuara.
Ia bekerja diam-diam,
di dalam dada,
menata ulang arah yang tak kusadari berubah.
“Tak semua yang sunyi adalah hampa.”
— Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar