Puisi Tunggal
🌿 Di Waktunya Tuhan
Aku pernah terpuruk
dalam kecewa yang dalam.
Yang kuperbuat seakan membawa terang,
namun berakhir dalam cela.
Aku mencoba menjadi pahlawan,
namun nyatanya bagai tawanan.
Rasa takut, gelisah,
senantiasa menyertai.
Bebanku terasa berat,
kakiku enggan melangkah.
Aku berseru memanggil Tuhan,
namun jawaban itu belum juga datang.
Seakan buntu jalanku,
tak ada yang menolong.
Aku kian menjauh dari-Mu,
sebab aku kecewa.
Seakan Kau tak pernah ada,
Aku merasa sendiri.
Namun...
di waktu-Mu yang tepat,
tangan-Mu datang menolong.
Kini...
hadir-Mu kurasakan.
Mukjizat-Mu nyata dalam hidupku.
dalam kecewa yang dalam.
Yang kuperbuat seakan membawa terang,
namun berakhir dalam cela.
Aku mencoba menjadi pahlawan,
namun nyatanya bagai tawanan.
Rasa takut, gelisah,
senantiasa menyertai.
Bebanku terasa berat,
kakiku enggan melangkah.
Aku berseru memanggil Tuhan,
namun jawaban itu belum juga datang.
Seakan buntu jalanku,
tak ada yang menolong.
Aku kian menjauh dari-Mu,
sebab aku kecewa.
Seakan Kau tak pernah ada,
Aku merasa sendiri.
Namun...
di waktu-Mu yang tepat,
tangan-Mu datang menolong.
Aku dibebaskan.
Kini...
hadir-Mu kurasakan.
Mukjizat-Mu nyata dalam hidupku.
Dan mulutku berkata,
Engkau Allah Immanuel.
Aku hanya ingin...
Tetap menantikan waktunya Tuhan
dalam hidupku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar