Aku tertunduk...
membaca chat yang kau kirimkan
Bukan keluhan
hanya berbagi kisah
Namun entah mengapa
kata-katamu membuat hatiku tersayat
Sahabatku yang satu
telah lebih dulu pergi
Kini kau...
sahabatku yang masih ada di dekatku
memberitahukan kabar
bahwa keadaanmu pun
tidak sedang baik-baik saja
Ya Tuhan...
mengapa orang-orang
yang kukasihi
harus mengalami ini?
Tolong, Tuhan...
jangan Kau panggil sahabatku yang ini
Kau lihat sendiri...
dia masih melayani-Mu dengan sungguh
Dengan setia
dia tetap pergi
bersaksi tentang-Mu
Kau memakainya
sebagai bejana indah
di tangan-Mu
Aku tidak melihatnya
sebagai seorang pesakitan
Aku melihatnya
sebagai seorang wanita
yang tegar...
kuat...
dan selalu punya semangat
untuk menjalani hidup
Namun mengapa
hasil pemeriksaannya kembali buruk?
Mengapa sel-sel itu
seakan begitu betah
tinggal di dalam tubuhnya?
Mengapa mereka
tidak pergi saja?
Bertahun-tahun
dia bergulat dengan sesuatu
yang terus mencoba menjatuhkannya
Namun sampai hari ini
dia masih berdiri
Masih melayani
masih berjalan
masih datang
masih tersenyum
bahkan hadir
di hari bahagia anakku
Tuhan...
tolong kuatkan sahabatku ini
dalam perjuangannya
Berikan dia kekuatan
untuk melewati
setiap hari yang Kau izinkan
Aku ingin melihatnya
menyaksikan anak-anaknya
menikah
Aku ingin melihat
kebahagiaan itu
hadir di depan matanya
Aku sungguh berdoa
untuk sahabatku ini
Aku mengasihinya...
Maka aku mohon, Tuhan...
jauhkan maut darinya
selama masih Kau izinkan
Berikan dia waktu
untuk menikmati
lebih banyak kebahagiaan
Dan jika aku boleh meminta...
berikan yang terbaik baginya, Tuhan
Apa pun yang terbaik itu
menurut kehendak-Mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar