Renungan Treesmie
Baru Sekarang Aku Menyadarinya
Ada masa ketika
yang kulihat hanyalah
masalah yang berdiri di depanku.
Saat itu,
aku sibuk melangkah.
Ada orang tua yang harus kurawat.
Ada anak-anak yang harus kubesarkan.
Ada pekerjaan yang harus kuselesaikan.
Rasanya seperti berjalan sendirian.
Bukan karena tidak ada siapa-siapa,
tetapi karena aku tidak pandai membagi beban.
Aku terus berjalan,
sambil memeluk semua yang kupikir harus kutanggung sendiri.
Belakangan ini,
aku sering berhenti sejenak.
Bukan karena lelah.
Hanya karena tiba-tiba
aku ingin menoleh ke belakang.
Dan di situlah aku mulai melihat
hal yang selama ini luput dari pandanganku.
Ternyata...
aku tidak pernah benar-benar berjalan sendirian.
Di setiap musim kehidupan,
selalu ada seseorang
yang diam-diam menopang langkahku.
Ada keluarga yang menguatkan.
Ada sahabat yang mendoakan.
Ada orang-orang yang hadir
tepat ketika aku hampir menyerah.
Benar,
ada juga beberapa orang
yang meninggalkan luka.
Namun ketika aku melihat lebih jauh lagi,
aku justru tersenyum.
Orang-orang yang mengasihiku...
ternyata jauh lebih banyak
daripada mereka yang pernah melukaiku.
Mengapa baru sekarang aku menyadarinya?
Mungkin karena selama ini
aku terlalu sibuk menatap beban di depan,
hingga lupa melihat begitu banyak tangan
yang diam-diam menopang langkahku.
Dan hari ini,
aku hanya ingin mengucapkan terima kasih.
Kepada setiap orang
yang pernah Tuhan kirimkan
untuk berjalan bersamaku,
meski mungkin mereka sendiri
tidak pernah tahu
betapa besar arti kehadirannya.
yang kulihat hanyalah
masalah yang berdiri di depanku.
Saat itu,
aku sibuk melangkah.
Ada orang tua yang harus kurawat.
Ada anak-anak yang harus kubesarkan.
Ada pekerjaan yang harus kuselesaikan.
Rasanya seperti berjalan sendirian.
Bukan karena tidak ada siapa-siapa,
tetapi karena aku tidak pandai membagi beban.
Aku terus berjalan,
sambil memeluk semua yang kupikir harus kutanggung sendiri.
Belakangan ini,
aku sering berhenti sejenak.
Bukan karena lelah.
Hanya karena tiba-tiba
aku ingin menoleh ke belakang.
Dan di situlah aku mulai melihat
hal yang selama ini luput dari pandanganku.
Ternyata...
aku tidak pernah benar-benar berjalan sendirian.
Di setiap musim kehidupan,
selalu ada seseorang
yang diam-diam menopang langkahku.
Ada keluarga yang menguatkan.
Ada sahabat yang mendoakan.
Ada orang-orang yang hadir
tepat ketika aku hampir menyerah.
Benar,
ada juga beberapa orang
yang meninggalkan luka.
Namun ketika aku melihat lebih jauh lagi,
aku justru tersenyum.
Orang-orang yang mengasihiku...
ternyata jauh lebih banyak
daripada mereka yang pernah melukaiku.
Mengapa baru sekarang aku menyadarinya?
Mungkin karena selama ini
aku terlalu sibuk menatap beban di depan,
hingga lupa melihat begitu banyak tangan
yang diam-diam menopang langkahku.
Dan hari ini,
aku hanya ingin mengucapkan terima kasih.
Kepada setiap orang
yang pernah Tuhan kirimkan
untuk berjalan bersamaku,
meski mungkin mereka sendiri
tidak pernah tahu
betapa besar arti kehadirannya.
Terima kasih...
untuk setiap langkah yang pernah menemani.
— Treesmie 🌿
untuk setiap langkah yang pernah menemani.
— Treesmie 🌿
Tidak ada komentar:
Posting Komentar