Pintu Kecil Pertamaku
Rasanya aku kembali seperti anak kecil
yang mendapatkan permen sebagai hadiah.
Tapi ini bukan hadiah
yang kuterima hanya karena menerima...
Ini tentang dua cup holder crochet
yang dipesan oleh teman kantorku.
Hal kecil, bukan?
Namun bagiku
ini adalah pertama kalinya
crochetku berkarya
dan menghasilkan sesuatu.
Kalau dilihat dari nominal uangnya,
tentu tidak seberapa.
Tapi pengalaman pertama itu
yang membuatku begitu senang.
Beberapa tahun...
bukan...
beberapa bulan yang lalu pun
aku tidak pernah berpikir
akan menjadikan crochet
sebagai sesuatu yang menghasilkan.
Semuanya bermula
dari sebuah ide dadakan...
membuat souvenir
untuk pernikahan anakku.
Saat pertama kali melihatnya,
entah mengapa aku merasa
aku bisa membuatnya.
Padahal sudah berpuluh tahun
aku tidak pernah memegang hakpen.
Dulu pun
tidak ada yang mengajariku.
Namun semuanya mengalir...
ada tangan Tuhan
yang membuka sebuah pintu kecil.
Lalu di balik pintu itu
ternyata ada pintu kecil lainnya
yang menunggu untuk kubuka.
Begitulah jalan hidupku saat ini.
Tanganku berkarya
lewat tulisan,
lewat crochet,
juga lewat musik.
Semuanya tidak pernah kurencanakan.
Tidak pernah terpikir
akan sampai sejauh ini.
Kadang aku bertanya...
Kalau waktu itu
aku tidak tiba-tiba membuat
souvenir pernikahan anakku,
apakah aku akan sampai di sini?
Mungkin aku tidak akan pernah tahu
jawabannya.
Yang aku tahu...
sebuah pintu kecil
pernah terbuka di hadapanku.
Aku mengetuknya,
mencoba masuk,
dan ternyata di dalamnya
ada begitu banyak hal
yang belum pernah kukenal.
Mungkin memang begitu
cara Tuhan bekerja.
Tidak selalu dengan
membukakan pintu yang besar.
Kadang Dia hanya membuka
sebuah pintu kecil...
cukup kecil
hingga kita hampir tidak menyadarinya.
Namun ketika kita berani
melangkah masuk,
kita mungkin akan menemukan
bahwa di balik pintu itu
ada perjalanan panjang
yang tidak pernah kita bayangkan.
Dan hari ini...
aku hanya ingin bersyukur
untuk satu pintu kecil
yang dulu kubuka
tanpa tahu
akan membawaku ke mana.
Karena ternyata...
membawaku menemukan
begitu banyak bagian dari diriku
yang sebelumnya tidak pernah kukenal.
dalam bentuk yang sangat kecil,
sampai kita harus sengaja berhenti
agar tidak melewatkannya.🤎
Tidak ada komentar:
Posting Komentar