Renungan Treesmie
Beberapa waktu yang lalu kami berkumpul seperti biasa.
Hanya ada aku, suamiku,
kedua anak perempuanku,
dan menantu lelaki kami.
Tidak ada acara khusus.
Tidak ada perayaan.
Hanya duduk bersama, mengobrol ringan, melempar lelucon,
lalu tertawa pada hal-hal sederhana,
yang mungkin tidak akan lucu bagi orang lain.
Di tengah obrolan itu, menantuku tiba-tiba berkata,
"Keluarga ini hangat ya", katanya sambil tersenyum
Kalimat itu membuatku terdiam sejenak.
Bukan karena aku tidak setuju,
tetapi karena selama ini
aku tidak pernah benar-benar memikirkannya.
Bukankah semua ini terasa biasa?
Kami saling meminta tolong,
saling membantu, saling mengingatkan.
Kadang saling bercanda, kadang juga saling menegur jika perlu.
Semua berjalan begitu saja,
seperti bagian dari kehidupan sehari-hari.
Mungkin karena dilakukan setiap hari,
aku tidak lagi melihatnya sebagai sesuatu yang istimewa.
Namun saat seseorang berkata,
"Keluarga ini hangat ya,"
aku mulai menyadari bahwa kehangatan
ternyata tidak muncul begitu saja.
Ia tidak dibangun dalam satu malam.
Ia tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan kecil
yang dilakukan berulang kali.
Dari kesediaan untuk saling membantu.
Dari waktu yang diluangkan untuk mendengarkan.
Dari tawa yang dibagikan bersama.
Dari penerimaan bahwa tidak ada seorang pun
yang harus memikul semuanya sendirian.
Mungkin itulah sebabnya rumah terasa hangat.
Bukan karena semuanya selalu sempurna.
Bukan karena tidak pernah ada perbedaan pendapat.
Melainkan karena di dalamnya ada orang-orang
yang tetap memilih untuk hadir satu sama lain.
Sering kali kita baru menyadari sesuatu yang berharga
ketika ada orang lain yang menunjukkannya kepada kita.
Dan hari itu,
melalui satu kalimat sederhana,
aku diingatkan kembali bahwa
kehangatan sebuah keluarga,
tidak selalu terlihat dalam peristiwa besar.
Kadang ia tumbuh perlahan dalam
kebiasaan-kebiasaan sederhana
yang dilakukan bersama dari hari ke hari.
Mungkin...
selama ini aku tinggal di dalam kehangatan itu,
hingga lupa bahwa tidak semua orang memilikinya.
Hal-hal berharga sering kali luput kita syukuri
karena terlalu dekat dengan kita.
Rumah tidak menjadi hangat karena selesai dibangun.
rumah menjadi hangat karena terus dirawat.
— Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar