Renungan Treesmie
Ada masa ketika aku ingin
segala sesuatu segera terlihat hasilnya.
Saat menanam,
aku ingin cepat melihat tunas.
Saat belajar,
aku ingin segera bisa.
Saat membuat sesuatu,
aku ingin hasilnya langsung sesuai harapan.
Namun semakin bertambah usia,
semakin aku menyadari bahwa
banyak hal baik justru tumbuh dengan perlahan.
Seperti benang yang kurajut setiap malam.
Dari kejauhan,
rasanya tidak banyak yang berubah.
Satu stitch.
Lalu satu stitch lagi.
Kadang salah.
Kadang harus dibongkar.
Kadang bentuknya belum sesuai
dengan yang kubayangkan.
Namun jika kulihat kembali beberapa hari kemudian,
ternyata sesuatu mulai terbentuk.
Bukan karena aku bergerak cepat.
Melainkan karena aku tidak berhenti.
Aku melihat hal yang sama
pada banyak bagian dalam hidupku.
Tulisan-tulisan yang dulu
hanya dibaca beberapa orang,
kini perlahan menemukan pembacanya.
Pola-pola crochet yang dulu
hanya berupa percobaan,
kini mulai tersusun rapi dalam binder.
Bahkan beberapa hal dalam diriku pun
bertumbuh dengan cara yang sama.
Tidak sekaligus.
Tidak dalam satu malam.
Melainkan sedikit demi sedikit.
Mungkin karena itulah
Tuhan sering mengajarkan kesabaran
melalui proses.
Agar kita tidak hanya mencintai hasilnya.
Tetapi juga belajar menikmati perjalanannya.
Karena sering kali saat kita menoleh ke belakang,
kita baru menyadari bahwa langkah-langkah kecil
yang terasa biasa ternyata telah membawa kita cukup jauh.
Dan mungkin hari ini pun sedang seperti itu.
Belum sempurna.
Belum selesai.
Namun tetap bertumbuh.
Perlahan.
Seperti benang yang terus bergerak di antara jemari.
Seperti pohon yang diam-diam menambah rantingnya.
Seperti hidup yang terus berjalan, satu hari demi satu hari 🌿
Aku tidak melihat perubahan itu setiap hari.
Namun saat menoleh ke belakang,
aku menyadari bahwa langkah-langkah kecil
ternyata telah membawaku cukup jauh.
One stitch at a time.
One leaf at a time.
— Treesmie 🌿
Tidak ada komentar:
Posting Komentar