💭 Yang Tertinggal — Hari Terakhir
Siang itu…
hujan turun tanpa henti,
seperti langit yang ikut menahan sesuatu
yang tak sempat diucapkan.
Aku tidak ada di sana—
hanya menatap dari layar kecil,
menyaksikan dari jauh,
dengan hati yang tak benar-benar siap.
Perlahan, perjalanan terakhirmu dimulai…
menuju ruang sunyi
yang tak lagi bisa kita jangkau.
Di sekelilingmu,
isak mulai pecah—
pelan, lalu runtuh,
menjadi tangis yang tak lagi bisa ditahan.
Ada yang berbisik lirih,
tak sanggup membayangkan
hari-hari tanpa perjumpaan.
Ada yang mencoba merekam…
lalu tak kuat,
terkulai di kursi,
membiarkan air mata jatuh begitu saja.
Dan aku…
diam di sini,
menyaksikan semuanya dari kejauhan,
dengan dada yang sesak oleh hal-hal
yang tak bisa kujangkau.
Di saat itu, aku mengerti—
bahwa “nanti”
yang dulu terasa dekat,
perlahan menghilang
tanpa sempat kembali.
Tak ada lagi waktu
yang bisa kita tunda.
Tak ada lagi perjumpaan
yang bisa dijanjikan.
Semuanya berhenti
di satu titik yang sama.
Di antara hujan yang belum reda,
dan tangis yang tak sepenuhnya usai,
aku belajar melepasmu—
meski tidak benar-benar siap.
Sekali lagi…
selamat jalan,
sahabat.
hujan turun tanpa henti,
seperti langit yang ikut menahan sesuatu
yang tak sempat diucapkan.
Aku tidak ada di sana—
hanya menatap dari layar kecil,
menyaksikan dari jauh,
dengan hati yang tak benar-benar siap.
Perlahan, perjalanan terakhirmu dimulai…
menuju ruang sunyi
yang tak lagi bisa kita jangkau.
Di sekelilingmu,
isak mulai pecah—
pelan, lalu runtuh,
menjadi tangis yang tak lagi bisa ditahan.
Ada yang berbisik lirih,
tak sanggup membayangkan
hari-hari tanpa perjumpaan.
Ada yang mencoba merekam…
lalu tak kuat,
terkulai di kursi,
membiarkan air mata jatuh begitu saja.
Dan aku…
diam di sini,
menyaksikan semuanya dari kejauhan,
dengan dada yang sesak oleh hal-hal
yang tak bisa kujangkau.
Di saat itu, aku mengerti—
bahwa “nanti”
yang dulu terasa dekat,
perlahan menghilang
tanpa sempat kembali.
Tak ada lagi waktu
yang bisa kita tunda.
Tak ada lagi perjumpaan
yang bisa dijanjikan.
Semuanya berhenti
di satu titik yang sama.
Di antara hujan yang belum reda,
dan tangis yang tak sepenuhnya usai,
aku belajar melepasmu—
meski tidak benar-benar siap.
Sekali lagi…
selamat jalan,
sahabat.
🌧️ Aku melepasmu dalam diam yang tak selesai
— Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar