Di Antara Rintik dan Dingin
Rintik jatuh perlahan,
tuk... tuk... tuk...
seolah langit sedang menulis sesuatu di kaca jendela.
Angin berdesir, membawa dingin yang tak hanya di kulit,
tapi juga di hati —
menyelinap lembut ke ruang kenangan yang tak sepenuhnya ingin kututup.
Aku duduk diam,
mendengar suara bumi bernafas.
Ada rasa sepi, tapi juga ada kedamaian kecil
yang tumbuh dari setiap tetes air yang menyentuh tanah.
Malam ini, aku tak ingin melawan apa pun.
Biarlah hujan menulis ulang rinduku,
biarlah dingin menjadi tanda bahwa aku masih bisa merasa.
Dan saat semua suara akhirnya mereda,
aku tahu —
keheningan ini bukan akhir,
melainkan jeda yang memelukku agar aku bisa pulih. 🌿
— ditulis di bawah langit yang beraroma hujan
— Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar