Sejak kabarmu berubah pelan,
dunia terasa sedikit lebih lirih.
Seperti taman setelah hujan—
masih indah,
tapi ada dingin yang tinggal lama.
Aku sering duduk diam,
membayangkan tawamu
yang dulu mudah sekali tumbuh.
Kini aku belajar menggantinya
dengan doa-doa kecil
yang kuselipkan di sela napas.
Aku tahu aku tak bisa
menghapus sakitmu,
tak bisa berjalan di tubuh yang kau rasa.
Aku hanya bisa menemani
dengan cara paling sederhana:
menjaga harapan
agar tidak padam.
Sahabat…
kalau suatu hari langkahmu terasa berat,
ingatlah —
ada hati di sini
yang setia percaya
kau akan kembali pulang
ke versi dirimu
yang hangat dan bercahaya.
Dan sampai hari itu tiba,
aku akan tetap di sini,
menyebut namamu pelan-pelan
di antara doa,
dan rindu yang tak banyak bicara.
🌿 Di antara kata yang gugur, ada yang tumbuh menjadi doa. 🌿
— sehelai penutup dari Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar