Saat Aku Memilih untuk Tinggal
Ada masa ketika aku terbiasa berjalan setengah hati.
Tidak benar-benar pergi,
tapi juga tidak sungguh-sungguh tinggal.
Mungkin karena takut salah memilih.
Mungkin karena khawatir kecewa.
Atau mungkin karena lebih mudah hidup dalam kemungkinan,
daripada menghadapi kenyataan.
Lalu suatu hari aku menyadari,
hidup tak bisa terus dijalani dengan ragu.
Ada saatnya kita harus berhenti bersembunyi
di balik kata “nanti”.
Memilih bukan berarti pasti berhasil.
Memilih juga bukan berarti tanpa risiko.
Namun memilih dengan sadar
adalah bentuk keberanian yang paling jujur.
Keberanian untuk berkata:
aku siap mencoba.
Aku tidak lagi bermain aman.
Aku tidak lagi menembak untuk sekadar tidak meleset—
aku melangkah karena aku memang ingin melangkah.
Dan mungkin,
di situlah hidup mulai terasa utuh.
Bukan karena semuanya mudah,
tetapi karena hati tidak lagi terbelah.
Hari ini aku belajar satu hal sederhana:
lebih baik melangkah dengan sadar,
daripada diam dalam keraguan yang tak pernah selesai.
— ditulis setelah memahami arti sebuah pilihan
— Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar