Treesmie

tempat kata bertumbuh dan hati beristirahat

🌷 Puisi

Ruang sunyi tempat kata berakar.

Masuk ke Puisi →

🤍 Tentang Sahabat

Cerita yang tumbuh dari kebersamaan.

Baca di sini →

🌿 Renungan

Catatan kecil yang menenangkan.

Lihat Renungan →

☀ Keseharian

Jejak hari yang sederhana.

Ikuti Cerita →

🌸 Puisi Seri

Kumpulan puisi bersambung.

Buka Seri →

✨ Puisi Tunggal

Puisi yang berdiri sendiri.

Buka Tunggal →

🌿 Renungan

Catatan kecil yang menenangkan.

Buka Renungan →

Senin, 23 Februari 2026

☕ Keseharian #4 - Di Setiap Kuncup, Ada Doa

Sama seperti malam yang lalu, malam ini pun aku kembali dengan rajutanku.
Aku sudah terbiasa dengan suasana ini—hening yang akrab.
Tanganku mengambil benang berwarna peach,
kusambar hakpen, kusiapkan gunting dan jarum di sisiku,
agar mudah kuraih saat diperlukan.

Malam ini aku harus menghabiskan dua gulung benang peach.
Akan kupindahkan ia menjadi kuncup tulip yang indah.
Helai demi helai kutarik benang itu,
kuselipkan di jemari,
kutarik perlahan dengan hakpenku.
Dan satu per satu kuncup itu pun tercipta.

Saat merajut dalam tenang,
terbayang kembali saat-saat aku menjenguk sahabatku
yang terbaring di rumah sakit.

Keadaan bisa berbalik begitu cepat.
Dia yang ceria,
dia yang biasanya tak pernah kehabisan cerita,
kini hanya terbaring lemah.
Untuk menggerakkan tubuh pun
ia memerlukan bantuan tangan lain.

Seakan menjadi juru bicara,
sambil merajut aku membalas pesan-pesan yang masuk,
menanyakan kondisimu, Y.

Ya… Y, panggilan akrab kami untukmu.
Kami membatasi jumlah sahabat yang datang menjenguk,
agar tubuhmu tak semakin lelah.
Namun secara bergilir kami tetap hadir,
demi menguatkanmu dengan cara yang kami bisa.

Kembali jemariku mengambil gulungan benang kedua.
Dengan hati yang sedikit gamang,
kujalin benang menjadi kelopak tulip.
Pikiran melayang ke masa yang telah lalu,
dan hati ini terasa perih,
karena aku tahu waktu tak pernah berjalan mundur.

Namun dalam setiap helaian benang,
senantiasa kuselipkan doa.
Untukmu, Y.
Semoga kelak ada tawa dan canda yang kembali mengisi ruang kita,
seperti dulu.

☕ Ditulis pelan, di antara rajutan peach dan doa yang tak pernah lepas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar