Selain merajut saat senja dan menuliskan tentang sahabat,
ada juga keseharian yang kuisi untuk memanjakan diri sendiri.
Aku pun perlu—meminjam istilah anak sekarang—me time.
Sebulan sekali, aku memilih datang ke ruang perawatan.
Bukan semata ingin terlihat berbeda,
tetapi ingin melepaskan penat yang diam-diam menumpuk.
Perawatan demi perawatan kulalui—
vacuum, laser, Hifu, EMS, exosome, hingga RF.
Mesin-mesin bekerja dengan ritmenya sendiri,
sementara aku memilih diam dan memejamkan mata.
Ini bulan ketiga aku menjalaninya.
Dalam hening, terapis memijat lembut di sekitar wajahku.
Sentuhan itu sederhana,
namun cukup membuatku berhenti sejenak
dari segala riuh yang biasanya memenuhi pikiran.
Di ruang itu, aku belajar satu hal:
merawat diri bukanlah kemewahan,
melainkan cara kecil untuk tetap bertahan.
Dan untuk beberapa menit yang tenang itu,
aku mengizinkan diriku beristirahat—
menikmati setiap detik yang berlalu,
tanpa beban, tanpa peran,
hanya menjadi aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar