Lembar IX
☘️ Doa yang Tertiup Angin
— Tentang Sahabat
Doa itu selalu hadir untukmu,
entah engkau dengar,
entah engkau merasakan.
Namun dalam hembusan angin,
kusampaikan doaku.
Dalam lirihnya dedaunan,
kuselipkan harapan.
Bagaikan daun yang tertiup angin,
ia tidak pernah tahu
ke mana akan jatuh—
namun tetap ia pergi
dengan membawa pesan yang lembut.
Begitulah doaku,
tidak selalu sampai dengan cara yang terlihat,
tidak selalu hadir dengan jawaban yang cepat.
Namun ia tetap berangkat,
pelan…
dan setia.
Menyusuri angin,
menemukan jalannya sendiri,
hingga suatu hari
ia sampai—
di waktu yang paling tepat,
dan di hati yang membutuhkannya.
entah engkau dengar,
entah engkau merasakan.
Namun dalam hembusan angin,
kusampaikan doaku.
Dalam lirihnya dedaunan,
kuselipkan harapan.
Bagaikan daun yang tertiup angin,
ia tidak pernah tahu
ke mana akan jatuh—
namun tetap ia pergi
dengan membawa pesan yang lembut.
Begitulah doaku,
tidak selalu sampai dengan cara yang terlihat,
tidak selalu hadir dengan jawaban yang cepat.
Namun ia tetap berangkat,
pelan…
dan setia.
Menyusuri angin,
menemukan jalannya sendiri,
hingga suatu hari
ia sampai—
di waktu yang paling tepat,
dan di hati yang membutuhkannya.
“Doa yang dilepas dengan ikhlas, selalu menemukan jalannya.”
— Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar