Lembar XI
☘️ Ceriamu Tak Lagi Ada
— Tentang Sahabat
Menatap kedalaman tatapanmu,
kosong…
Kucari secercah cahaya di dalamnya,
namun hanya gelap…
Tak lagi terdengar tawa ceriamu,
tak lagi ada kata-kata candamu.
Yang tersisa hanya keheningan,
diam… seakan waktu ikut membeku,
terpaku.
Kucoba mengisi hening dengan kata,
namun tak ada yang berubah,
seolah dunia berhenti sejenak…
Putus asa kah kau?
Matamu terpejam,
seakan tak ada lagi yang ingin kau lihat,
tak ada lagi…
Atau kau mulai menyerah?
ketika keadaan tak lagi bersahabat,
dan hanya nyeri yang setia menemani…
Ingin kubisikkan pelan di telingamu—
jangan menyerah,
bertahanlah…
jangan terdiam,
bicaralah,
kami masih ingin mendengarmu,
kami merindukan dirimu yang dulu…
Namun bila kau memang lelah,
berjuang terlalu lama sendirian,
kami di sini… rela,
melepasmu dalam damai.
Karena yang kami simpan tentangmu,
adalah dirimu… yang dulu.
kosong…
Kucari secercah cahaya di dalamnya,
namun hanya gelap…
Tak lagi terdengar tawa ceriamu,
tak lagi ada kata-kata candamu.
Yang tersisa hanya keheningan,
diam… seakan waktu ikut membeku,
terpaku.
Kucoba mengisi hening dengan kata,
namun tak ada yang berubah,
seolah dunia berhenti sejenak…
Putus asa kah kau?
Matamu terpejam,
seakan tak ada lagi yang ingin kau lihat,
tak ada lagi…
Atau kau mulai menyerah?
ketika keadaan tak lagi bersahabat,
dan hanya nyeri yang setia menemani…
Ingin kubisikkan pelan di telingamu—
jangan menyerah,
bertahanlah…
jangan terdiam,
bicaralah,
kami masih ingin mendengarmu,
kami merindukan dirimu yang dulu…
Namun bila kau memang lelah,
berjuang terlalu lama sendirian,
kami di sini… rela,
melepasmu dalam damai.
Karena yang kami simpan tentangmu,
adalah dirimu… yang dulu.
“πBila saatnya tiba, doa kami akan menuntunmu.π”
— Treesmie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar